Overview

Peran pendidik dalam pembelajaran merupakan element pendidikan yang sangat penting. Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 6 menyatakan bahwa kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri serta warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka profesi guru dan dosen dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalitasnya dengan prinsip yang telah ditentukan undang-undang tersebut. Agar pembelajaran yang dilaksanakan seiring dengan tujuan pendidikan nasional, maka perlu suatu model pembelajaran yang aktif dan inovatif.

Pembelajaran kreatif dan inovatif seharusnya dilakukan oleh Dosen dan Guru  dalam upaya menghasilkan peserta didik yang kreatif. Tingkat keberhasilan tenaga pendidik dalam mengajar dapat dilihat dari keberhasilan peserta didiknya sehingga dapat dikatakan bahwa gurunya hebar (great teacher) itu adalah guru yang dapat memberikan inspirasi bagi peserta didiknya. Kualitas pembelajaran dilihat dari aktivitas peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

Pengembangan kurikulum 2013 dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kreatif  dan mampu menghadapi kehidupan pada masa mendatang. Terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini dimana kreatifitas siswa juga harus dibarengi dengan kemampuan Integrasi Information and Communication (ICT)  khusunya dalam pembelajaran matematika dinilai tepat untuk mengatasi ketidaksenangan siswa pada pelajaran matematika. Integrasi ICT berarti memadukan pembelajaran matematika dengan ICT. Menurut Cheah (2008) pengintegrasian ICT dalam pembelajaran matematika tidak boleh diabaikan oleh para pendidik. Dalam, NCTM (2000) menyatakan bahwa teknologi mempunyai peran sangat penting dalam pembelajaran matematika.

Istilah ICT mengacu pada berbagai bentuk teknologi yang digunakan untuk mengirim, memproses, menyimpan, membuat, menampilkan atau membagi informasi secara elektronik. Menurut UNESCO (2007), termasuk dalam kategori ICT antara lain, radio, televise, video, computer, software, serta layanan yang berkaitan teknologi seperti videoconverence, email dan blog. Sehan, Tiwari dan Ocak dalam studinya terhadap penggunaan kaklulator grafis dan program grafis menemukan bahwa penggunaan media tersebut mampu meningkatkan kemampuan grafis siswa ( Sehan,2006;Tiwari,2007;Ocak,2008). Demikian juga studi tentang penggunaan e-learning seperti website, e-exercise dan internet telah mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa.

 



Support by ICT STKIP PGRI Sumatera Barat